Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Apakah haji itu?

Apakah haji itu?

Alhamdulillah,
haji adalah menuju Ka'bah, Baitullahil-Haram, untuk menunaikan berbagai ritual, yaitu perbuatan dan perkataan yang telah diajarkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dalam tata cara hajinya, seperti thawaf sebanyak tujuh putaran di Baitullah, sai sebanyak tujuh putaran antara Shafa dan Marwa, wuquf di Arafah, melontar jumrah di Mina, dan lainnya. Padanya terdapat manfaat yang sangat besar bagi hamba-Nya, di antaranya adalah pernyataan tauhid kepada Allah, ampunan yang besar bagi jamaah haji, perkenalan antara kaum  muslimin, mempelajari hukum-hukum agama, dan manfaat lainnya.
Perhatian anda dengan pertanyaan tentang haji meskipun engkau masih berusia muda dan berasal dari negeri yang jauh, di Kanada, adalah perkara yang baik dan layak dihargai. Semoga Allah memudahkanmu untuk dapat menunaikan ibadah haji ke Baitullah dan melaksanakan semua kewajibannya. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi Kita Muhammad
sumber:https://islamqa.info/id/2804

PENGERTIAN QADHA DAN QADAR

PENGERTIAN QADHA DAN QADAR


A. Pengertian Qadha dan Qadar
Menurut bahasa qadha memiliki beberapa arti yaitu hukum, ketetapan, perintah, kehendak, pemberitahuan, dan penciptaan. Sedangkan menurut istilah, qadha adalah ketentuan atau ketetapan Allah SWT dari sejak zaman azali tentang segala sesuatu yang berkenaan dengan makhluk-Nya sesuai dengan iradah (kehendak-Nya), meliputi baik dan buruk, hidup dan mati, dan seterusnya.
Menurut bahasa, qadar berarti kepastian, peraturan, dan ukuran. Sedangkan menurut istilah, qadar adalah perwujudan ketetapan (qadha) terhadap segala sesuatu yang berkenaan dengan makhluk-Nya yang telah ada sejak zaman azali sesuai dengan iradah-Nya. Qadar disebut juga dengan takdir Allah SWT yang berlaku bagi semua makhluk hidup, baik yang telah, sedang, maupun akan terjadi.

B. Pengertian Iman Kepada Qada dan Qadar
Beriman kepada qada dan qadar adalah menyakini dengan sepenuh hati adanya ketentuan Allah SWT yang berlaku bagi semua mahluk hidup. Semua itu menjadi bukti kebesaran dan kekuasan Allah SWT. Jadi, segala sesuatu yang terjadi di alam fana ini telah ditetapkan oleh Allah SWT.

C. Dalil – Dalil Tentang Beriman Kepada Qadha dan Qadar
a. Q.S Ar-Ra’d ayat 11 :
Artinya : Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

b. Q.S Al-A’laa ayat 3 :
Artinya :"Dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk.”

D. Takdir
Takdir adalah ketentuan suatu peristiwa yang terjadi di alam raya ini yang meliputi semua sisi kejadiannya baik itu mengenai kadar atau ukurannya, tempatnya maupun waktunya. Dengan demikian segala sesuatu yang terjadi tentu ada takdirnya, termasuk manusia.
Umat Islam memahami takdir sebagai bagian dari tanda kekuasaan Tuhan yang harus diimani sebagaimana dikenal dalam Rukun Iman. Penjelasan tentang takdir hanya dapat dipelajari dari informasi Tuhan, yaitu informasi Allah melalui Al Quran dan Al Hadits. Secara keilmuan umat Islam dengan sederhana telah mengartikan takdir sebagai segala sesuatu yang sudah terjadi.

E. Takdir Mua’llaq dan Takdir Mubram
a. Takdir mua’llaq
Yaitu takdir yang erat kaitannya dengan ikhtiar manusia. Contohnya seorang siswa bercita-cita ingin menjadi insinyur pertanian. Untuk mencapai cita-citanya itu ia belajar dengan tekun. Akhirnya apa yang ia cita-citakan menjadi kenyataan. Ia menjadi insinyur pertanian.

b. Takdir mubram
Yaitu takdir yang terjadi pada diri manusia dan tidak dapat diusahakan atau tidak dapat di tawar-tawar lagi oleh manusia. Contoh. Ada orang yang dilahirkan dengan mata sipit , atau dilahirkan dengan kulit hitam sedangkan ibu dan bapaknya kulit putih dan sebagainya.

F. Ikhtiar
Ikhtiar adalah usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan dalam hidupnya, baik material, spiritual, kesehatan, dan masa depannya agar tujuan hidupnya selamat sejahtera dunia dan akhirat terpenuhi. Ikhtiar juga dilakukan dengan sungguh-sungguh, sepenuh hati, dan semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan keterampilannya. Akan tetapi, usaha kita gagal, hendaknya kita tidak berputus asa. Kita sebaiknya mencoba lagi dengan lebih keras dan tidak berputus asa. Kegagalan dalam suatu usaha, antara lain disebabkan keterbatasan dan kekurangan yang terdapat dalam diri manusia itu sendiri. Apabila gagal dalam suatu usaha, setiap muslim dianjurkan untuk bersabar karena orang yang sabar tidak akan gelisah dan berkeluh kesah atau berputus asa. Agar ikhtiar atau usaha kita dapat berhasil dan sukses, hendaknya melandasi usaha tersebut dengan niat ikhlas untuk mendapat ridha Allah, berdoa dengan senantiasa mengikuti perintah Allah yang diiringi dengan perbuatan baik, bidang usaha yang akan dilakukann harus dikuasai dengan mengadakan penelitian atau riset, selalu berhati-hati mencari teman (mitra) yang mendukung usaha tersebut, serta memunculkan perbaikan-perbaikan dalam manajemen yang professional.

G. Hubungan antara qadha dan qadar dengan ikhtiar
Iman kepada qadha dan qadar artinya percaya dan yakin dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menentukan tentang segala sesuatu bagi makhluknya. Berkaitan dengan qadha dan qadar, Rasulullah SAW bersabda yang artinya sebagai berikut yang artinya :
”Sesungguhnya seseorang itu diciptakan dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah, 40 hari menjadi segumpal darah, 40 hari menjadi segumpal daging, kemudian Allah mengutus malaekat untuk meniupkan ruh ke dalamnya dan menuliskan empat ketentuan, yaitu tentang rezekinya, ajalnya, amal perbuatannya, dan (jalan hidupnya) sengsara atau bahagia.” (HR.Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud).
Dari hadits di atas dapat kita ketahui bahwa nasib manusia telah ditentukan Allah sejak sebelum ia dilahirkan. Walaupun setiap manusia telah ditentukan nasibnya, tidak berarti bahwa manusia hanya tinggal diam menunggu nasib tanpa berusaha dan ikhtiar. Manusia tetap berkewajiban untuk berusaha, sebab keberhasilan tidak datang dengan sendirinya.
Janganlah sekali-kali menjadikan takdir itu sebagai alasan untuk malas berusaha dan berbuat kejahatan. Mengenai adanya kewajiban berikhtiar , ditegaskan dalam sebuah kisah. Pada zaman nabi Muhammad SAW pernah terjadi bahwa seorang Arab Badui datang menghadap nabi. Orang itu datang dengan menunggang kuda. Setelah sampai, ia turun dari kudanya dan langsung menghadap nabi, tanpa terlebih dahulu mengikat kudanya. Nabi menegur orang itu, ”Kenapa kuda itu tidak engkau ikat?.” Orang Arab Badui itu menjawab, ”Biarlah, saya bertawakkal kepada Allah”. Nabi pun bersabda, ”Ikatlah kudamu, setelah itu bertawakkalah kepada Allah”.
Dari kisah tersebut jelaslah bahwa walaupun Allah telah menentukan segala sesuatu, namun manusia tetap berkewajiban untuk berikhtiar. Kita tidak mengetahui apa-apa yang akan terjadi pada diri kita, oleh sebab itu kita harus berikhtiar. Jika ingin pandai, hendaklah belajar dengan tekun. Jika ingin kaya, bekerjalah dengan rajin setelah itu berdo’a. Dengan berdo’a kita kembalikan segala urusan kepada Allah kita kepada Allah SWT. Dengan demikian apapun yang terjadi kita dapat menerimanya dengan ridha dan ikhlas.

H. Sunnatullah
Menurut bahasa sunnatullah berasal dari kata sunnah yang bersinonim dengan tariqah yang berarti jalan yang dilalui atau sirah yang berarti jalan hidup. Kemudian, kata tersebut digabung dengan lafal Allah sehingga menjadi kata sunatullah yang berarti ketentuan-ketentuan atau hukum Allah swt. yang berlaku atas segenap alam dan berjalan secara tetap dan teratur.
Sunnatullah terdiri dari dua macam, yaitu :
1. Sunnatullah qauliyah adalah sunnatullah yang berupa wahyu yang tertulis dalam bentuk lembaran atau dibukukan, yaitu Al-Qur’an.
2. Sunnatullah kauniyyah adalah sunnatullah yang tidak tertulis dan berupa kejadian atau fenomena alam. Contohnya, matahari terbit di ufuk timur dan tenggelam di ufuk barat.
Kedua sunatullah tersebut memiliki persamaan, yaitu :
1. Kedua-duanya berasal dari Allah swt.
2. Kedua-duanya dijamin kemutlakannya.
3. Kedua-duanya tidak dapat diubah atau diganti dengan hukum lainnya.

Contohnya adalah hukum yang terdapat dalam Al-Qur’an. Dalam Al-Qur’an dikatakan bahwa barang siapa yang beriman dan beramal saleh, pasti akan mendapat balasan pahala dari Allah swt. Selain memiliki persamaan, keduanya juga mempunyai perbedaan. Sunatullah yang ada di alam, dapat diukur. Lain halnya dengan sunnatullah yang ada dalam AL-Qur’an. Walaupun hal itu pasti terjadi, tetapi tidak diketahui secara pasti kapan waktunya.

I. Tawakal
Tawakal atau tawakkul berarti mewakilkan atau menyerahkan. Dalam agama Islam, tawakal berarti berserah diri sepenuhnya kepada Allah dalam menghadapi atau menunggu hasil suatu pekerjaan, atau menanti akibat dari suatu keadaan.
Imam al-Ghazali merumuskan definisi tawakkal sebagai berikut, "Tawakkal ialah menyandarkan kepada Allah swt tatkala menghadapi suatu kepentingan, bersandar kepada-Nya dalam waktu kesukaran, teguh hati tatkala ditimpa bencana disertai jiwa yang tenang dan hati yang tenteram.
Berdasarkan al-Qur’an Surah at-Talaq ayat 3, Allah swt. akan mencukupkan segala keperluan orang-orang yang bertawakal dan bila dijabarkan orang yang bertawakal akan :

1. Mendapatkan limpahan sifat ‘aziz atau kehormatan dan kemuliaan.
2. Memiliki keberanian dalam menghadapi musibah atau maut.
3. Menghilangkan keluh kesah dan gelisah, serta mendapatkan ketenangan, ketentraman, dan kegembiraan.
4. Mensyukuri karunia Allah swt. serta memiliki kesabaran apabila belum memperolehnya.
5. Memiliki kepercayaan diri dan keberanian dalam menghadapi setiap persoalan.
6. Mendapatkan pertolongan, perlindungan, serta rezeki yang cukup dari Allah swt.
7. Mendapatkan kepercayaan dari orang banyak karena budi pekertinya yang terpuji dan hidupnya yang bermanfaat bagi orang lain.

J. Hikmah Beriman kepada Qada dan qadar
Dengan beriman kepada qadha dan qadar, banyak hikmah yang amat berharga bagi kita dalam menjalani kehidupan dunia dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat. Hikmah tersebut antara lain:

a. Melatih diri untuk banyak bersyukur dan bersabar
Orang yang beriman kepada qadha dan qadar, apabila mendapat keberuntungan, maka ia akan bersyukur, karena keberuntungan itu merupakan nikmat Allah yang harus disyukuri. Sebaliknya apabila terkena musibah maka ia akan sabar, karena hal tersebut merupakan ujian.
Firman Allah dalam QS. An-Nahl ayat 53 yang artinya :
“dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah( datangnya), dan bila ditimpa oleh kemudratan, maka hanya kepada-Nya lah kamu meminta pertolongan. ”

b. Menjauhkan diri dari sifat sombong dan putus asa
Orang yang tidak beriman kepada qadha dan qadar, apabila memperoleh keberhasilan, ia menganggap keberhasilan itu adalah semata-mata karena hasil usahanya sendiri. Ia pun merasa dirinya hebat. Apabila ia mengalami kegagalan, ia mudah berkeluh kesah dan berputus asa , karena ia menyadari bahwa kegagalan itu sebenarnya adalah ketentuan Allah.
Firman Allah SWT dalam QS.Yusuf ayat 87 yang artinya :
Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.

c. Memupuk sifat optimis dan giat bekerja
Manusia tidak mengetahui takdir apa yang terjadi pada dirinya. Semua orang tentu menginginkan bernasib baik dan beruntung. Keberuntungan itu tidak datang begitu saja, tetapi harus diusahakan. Oleh sebab itu, orang yang beriman kepada qadha dan qadar senantiasa optimis dan giat bekerja untuk meraih kebahagiaan dan keberhasilan itu.
Firaman Allah dalam QS Al- Qashas ayat 77 yang artinya :
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

d. Menenangkan jiwa
Orang yang beriman kepada qadha dan qadar senangtiasa mengalami ketenangan jiwa dalam hidupnya, sebab ia selalu merasa senang dengan apa yang ditentukan Allah kepadanya. Jika beruntung atau berhasil, ia bersyukur. Jika terkena musibah atau gagal, ia bersabar dan berusaha lagi.
Firaman Allah dalam QS. Al-Fajr ayat 27-30 yang artinya :
Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang tenang lagi diridhai-Nya. Maka masuklah kedalam jamaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah kedalam surga-Ku.
sumber:http://abalhafiz.blogspot.co.id/2013/06/pengertian-qadha-dan-qadar.html

19 Adab Kepada Orang Tua Menurut Islam Beserta Dalil Dari Al Quran dan Sunnah


19 Adab Kepada Orang Tua Menurut Islam Beserta Dalil Dari Al Quran dan Sunnah


Adab kepada orang tua- Dalam ajaran Islam orang tua memiliki kedudukan yang sangat mulia di hadapan anak-anaknya. Sampai-sampai apa saja yang diperintahkan oleh orang tua harus ditaati, jika tidak maka seseorang bisa terjatuh ke dalam kedurhakaan terhadap orang tuanya. Kecuali apabila perintah tersebut memang mengandung unsur kemaksiatan kepada Allah ta'ala. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda:

لاَ طَاعَةَ فِى مَعْصِيَةٍ ، إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِى الْمَعْرُوفِ

Artinya: "Tidak ada ketaatan dalam rangka bermaksiat (kepada Allah). Ketaatan itu hanyalah dalam perkara yang ma'ruf (bukan maksiat)" (HR. Bukhari no. 7257).

Maka dari itu seorang anak yang soleh harus memiliki adab yang mulia terhadap orang kedua orang tuanya. Apa saja adab-adab kepada orang tua menurut Islam?

Adab Terhadap Orang Tua Dalam Islam


Setidaknya ada 20 adab anak kepada orang tuanya yang berhasil kami tulis setelah membaca kitab Muntaqa Al Adab Asy Syar'iyah, Majid Saud Al Ausyan/1435 H.

1. Berbakti Pada Orang Tua


 Adab Kepada Orang Tua Menurut Islam

Adab pertama seorang anak kepada ibu atau bapaknya ialah berbakti kepada keduanya. Amalan ini merupakan suatu amalan yang mulia di sisi Allah dan RasulNya. Sampai-sampai tingkatan prioritas berbakti kepada orang tua lebih didahulukan daripada jihad fii sabilillah.

Hal ini berdasarkan hadits Ibnu Mas'ud beliau berkata, "Aku telah bertanya kepada Rasulullah, 'Amal apakah yang paling dicintai oleh Allah?' Beliau menjawab, 'Sholat (tepat) pada waktunya.' Aku bertanya lagi, 'Kemudian apa lagi?' Beliau menjawab, 'Berbakti kepada kedua orangtua.' Aku bertanya lagi, 'Kemudian apa?' Beliau menjawab, 'Jihad di jalan Allah." (Hadits Shahih, Muttafaq 'alaih)

Baca juga: 10 Kewajiban Anak Di Rumah Yang Wajib Dipenuhi

2. Memperbanyak Mendoakan Orang Tua


Seorang anak yang sholih seyogyanya memperbanyak berdoa kepada Allah dan memohonkan ampunan untuk kedua orangtuanya. Terutama jika kedua orang tua sudah meninggal dunia. Maka harapan mereka di alam kubur adalah doa dari anak anaknya yang sholih.

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ

"Jika manusia meninggal dunia, maka terputus amalannya, kecuali 3 perkara: yakni shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakannya." (HR. Muslim: 1631)

3. Mencium Kepala Kedua Orang tua


Salah satu etika kepada orangtua itu mencium keningnya. Hal ini sebagai bentuk kasih sayang dan hormat kita kepada orangtua. Jadi seorang muslim dianjurkan untuk mencium kepala mereka dengan penuh rasa hormat dan kasih sayang. Supaya keduanya meridhoi kita.

4. Membayarkan Hutang Orang Tuanya


Jikalau kita tahu orangtua kita mempunyai hutang maka alangkah baiknya kita membayarkan hutangnya bila kita mampu. Berdasarkan hadits Ibnu Abbas,

"Bahwasannya Sa'ad bin Ubadah meminta fatwa kepada Rasulullah seraya mengatakan, 'Sesungguhnya ibuku meninggal dunia dan menanggung kewajiban nadzar, (maka apa yang harus aku lakukan?).' Beliau menjawab, 'Laksanakanlah nadzarnya untuk menggantikannya." (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Mendahulukan Orang Tua


 Adab Kepada Orang Tua Menurut Islam

Mendahulukan orangtua daripada yang lain adalah salah satu hal yang harus dilakukan oleh seorang anak. Ketaatan kepada orang tua lebih diutamakan daripada yang lain. Kecuali jika anak perempuan sudah menikah. Maka ketaatan pada suami lebih diutamakan baru kedua orangtuanya.

6. Membahagiakan Kedua Orang Tuanya


Mendatangkan rasa bahagia dan senang kepada orangtua dengan segala sesuatu yang mampu dia lakukan, seperti memberikan hadiah, bepergian dengan membawa mereka berdua dan bersenda gurau dengan mereka.

7. Menjaga Kedua Orang Tua Kita


Menjaga keduanya juga salah satu adab seorang muslim pada orang tua. Terutama bagi orang tuanya yang sudah tua dan sakit. Maka sebaiknya kita menjaga keduanya dengan baik bahkan harus rela begadang demi menjaga mereka saat sakit agar mereka bisa beristirahat dengan nyaman.

8. Berbicara Dengan Lembut


 Adab Kepada Orang Tua Menurut Islam

Etika berbicara kepada orangtua juga harus diperhatikan adab adabnya. Dengan nada yang lembut, tidak meninggikan suara kita di atas suara orangtua, penuh sopan santun.

Sikap tersebut sesuai apa yang dilakukan oleh para sahabat nabi kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.

وإذا تكَلَّمَ خَفَضُوا أصواتَهم عندَه ، وما يُحِدُّون إليه النظرَ؛ تعظيمًا له

"Jika para sahabat berbicara dengan Rasulullah, mereka merendahkan suara mereka dan mereka tidak memandang tajam sebagai bentuk pengagungan terhadap Rasulullah" (HR. Al Bukhari 2731).

Selain itu Allah juga berfirman dalam surat Al Isra' ayat 23, bunyinya:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia."

9. Bersegera Dalam Menyambut Orang Tua


Jika seorang anak jauh dari orangtua lalu mereka datang untuk menjenguk maka adab seorang anak  kepada orang tua yaitu bersegera menyambut dan menemui mereka. Seperti ketika di pesantren terkadang orangtua tiba tiba datang ingin menjenguk anaknya.

10. Mencium Tangan Mereka Saat Bersalaman


 Adab Kepada Orang Tua Menurut Islam

Adab selanjutnya yakni mencium tangan orang tua ketika bersalaman. Hal ini menunjukkan rasa hormat kita kepada mereka. Dan bisa menyenangkan hati keduanya. Di posisi ini kita benar-benar membedakan kedudukan antara orang tua dan teman.

11. Memuliakan Orang Tua


Seorang anak hendaknya tidak menjelek jelekan orang tua meski kita pernah merasa jengkel. Apalagi bila menjelek-jelekkan di depan orang orang atau di forum publik seperti media sosial atau tempat umum lainnya. Jadi tetap hormati keduanya, memuliakan kedudukan keduanya serta memberikan apa yang mereka inginkan sesuai kemampuan anda.

12. Tidak Mengeraskan Suara Di Hadapan Orang Tua


Inilah adab yang paling penting. Yakni kebalikan dari melembutkan suara. Jangan mengeraskan suara melebihi suara orang tua. Apalagi ketika dinasehati maka jangan sampai kita membantah dan membangkangnya. Karena hal itu termasuk bentuk kedurhakaan seorang anak terhadap orangtuanya. Bahkan hanya berkata 'uh' saja tidak boleh apalagi sampai membentaknya (Baca ayat Al Quran yang sudah kami tulis di atas).

13. Mintalah Pendapat Orang Tua dalam Segala Urusan


Hari ini mungkin pendapat seorang anak mutlak tidak boleh diganggu oleh siapapun. Padahal seharusnya terlebih dahulu meminta pendapat dari orang tua kita sebelum memutuskan sesuatu. Hal ini sebagai bentuk rasa hormat kita terhadap mereka.

Misalnya jika seorang anak sedang dihadapkan sebuah permasalahan atau urusan pekerjaan maka diskusikan dahulu dengan kedua orang tua. Selain sudah berpengalaman, mereka juga bisa memberikan beberapa solusi sehingga kita tidak kesulitan.

14. Jangan Berbohong Pada Keduanya


Berbohong adalah suatu dosa yang mana Allah juga tidak menyukai pelakunya. Berbohong dapat menghantarkan pelakunya ke dalam neraka Allah. Berbohong pada siapapun tidak boleh apalagi kepada orangtua. Kecuali jika berbohong terpaksa atau demi kebaikan dan itupun harus syari dengan beberapa pertimbangan.

15. Jangan Tidur Sebelum Orangtua Tidur


Maksud adab terhadap orang tua yang ke 15 ini yaitu sebaiknya seorang anak tidak tidur terlebih dahulu sedangkan orangtua masih bekerja. Maka itu bukanlah adab yang baik. Namun adab yang buruk. Sehingga temanilah mereka atau minimal bantu mereka dalam menyelesaikan pekerjaannya. Jika semua urusan sudah selesai barulah kita boleh istirahat atau tidur. (Kecuali kalau memang orang tua menyuruh kita istirahat)

16. Jangan Menjulurkan Kaki di Depan Orang Tua


Salah satu adab yang baik seorang anak terhadap orangtuanya adalah tidak menjulurkan kakinya di hadapan orangtua. Jika itu dilakukan maka sungguh tidak sopan sekali. Bukan hanya kepada orang tua, bahkan kepada orang lain pun perbuatan ini sangat tidak layak dan harus dihindari.

17. Adab Berjalan Bersama Orangtua


 Adab Kepada Orang Tua Menurut Islam

Termasuk ketika berjalan dengan orangtua juga harus memperhatikan adabnya. Jangan berjalan di samping mereka namun mundurlah dari posisinya sedikit. Tidak mendahului keduanya saat menaiki tangga, selalu merendahkan diri dihadapan keduanya dan tidak menakut-nakutinya saat perjalanan bersama keduanya.

18. Adab Ketika Duduk


Janganlah kalian duduk dengan posisi lebih tinggi daripada tempat duduk kedua orang tua. Jika dilakukan sangat tidak sopan dan menunjukkan kesombongan serta tidak menghormati keduanya. Selain itu tidak diperbolehkan juga duduk dihadapan orang tua sedangkan mereka berdiri. Sebagaimana Jundub bin Abdullah radiyallahuanhu berkata tenang gambaran adab sahabat kepada Nabi:

"Rasulullah shallallahualaihi wasallam mengaduh (karena sakit), ketika itu kami shalat bermakmum di belakang beliau, saat itu beliau dalam keadaan duduk. Dan Abu Bakar memperdengarkan takbirnya kepada orang-orang.

Kemudian beliau menoleh kepada kami (sahabat), sehingga beliau pun melihat kami shalat dalam keadaan berdiri. Lalu beliau memberi isyarat kepada kami untuk duduk. Maka setelah itu kami shalat dengan mengikuti shalatnya dalam keadaan duduk.

Ketika beliau mengucapkan salam, maka beliau bersabda, 'kalian baru saja hampir melakukan perbuatan kaum Persia dan Romawi, mereka berdiri di hadapan raja mereka, sedangkan mereka dalam keadaan duduk, maka janganlah kalian melakukannya.

Berimamlah dengan imam kalian. Jika dia shalat dalam keadaan berdiri, maka shalatlah kalian dalam keadaan berdiri, dan jika dia shalat dalam keadaan duduk, maka kalian shalatlah dalam keadaan duduk" (HR. Muslim, no. 413).

19. Adab Ketika Memanggil Orang Tua


Tidak diperkenankan seorang anak memanggil orang tua dengan menyebut namanya saja. Serta jika orang tua memanggil maka segeralah penuhi panggilan mereka. Berdasarkan hadits dari Abu Hurairah,

"Bahwasannya beliau pernah melihat dua orang laki laki lalu beliau berkata kepada salah seorang dari keduanya, 'Apa (kedudukan) orang ini dari dirimu?' Maka orang itu menjawab, 'Dia bapakku.' Maka beliau berkata, 'Janganlah engkau memanggilnya dengan menyebut namanya, jangan berjalan di depannya dan jangan duduk sebelumnya.
sumber:https://www.abanaonline.com/2017/08/adab-kepada-orang-tua-menurut-islam.html

Senin, 19 Februari 2018

TANDA TANDA KIAMAT BESAR

9 Tanda-tanda Kiamat Besar Menurut Islam


Sebagai seorang muslim kita harus mengimani adanya hari kiamat atau hari akhir. Iman kepada Hari Kiamat adalah rukun iman kelima dan merupakan bagian dari rukun iman yang ada enam (baca fungsi iman kepada Allah SWT). Kiamat atau yaumul qiyamah atau yang juga dikenal sebagai hari akhir adalah ahri dimana umat manusia akan dibangkitkan dari kubur dan dihisab amal perbuatannya.
ads
Iman kepada hari akhir adalah pertanda seorang muslim yang baik. Meskipun demikian, kiamat sendiri dibagi menjadi tiga macam yakni kiamat kecil atau kiamat sughra, kiamat sedang atau kiamat wustha dan kiamat besar atau kiamat kubra. Yang dimaksud dengan kiamat kecil dan kiamat sedang adalah peristiwa meninggalnya manusia serta peristiwa bencana alam yang menewaskan banyak jiwa. Sedangkan kiamat kubra adalah kiamat yang sesungguhnya, dimana Allah SWT menghancur leburkan dunia dan menusnahkan seluruh kehidupan di dalamnya.
Tanda-tanda Kiamat
Kiamat besar seperti yang disebutkan oleh Rasulullah,  tidak akan terjadi sebelum muncul tanda-tanda yang besar. Adapun dalam kiamat terdapat tanda-tanda kecil atau tanda-tanda akhir zaman yakni seperti kerasulan nabi muhammad SAW, wafatnya rasullullah, semakin maraknya perbuatan zina, khamer, perbuatan keji, riba dan kekikiran serta masih banyak tanda-tanda akhir zaman atau kiamat kecil lainnya. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits  berikut (baca tanda-tanda kiamat)
“(Jarak) diutusnya aku dengan Hari Kiamat seperti dua (jari) ini.” Beliau memberikan isyarat dengan kedua jarinya (jari telunjuk dan jari tengahnya), lalu merenggangkannya.”(HR Bukhari)
Tanda-tanda Kiamat Besar
Adapun tanda-tanda kiamat besar adalah munculnya peristiwa yang terjadi menjelang Hari Kiamat dan merupakan hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya.  Ada beberapa tanda datangnya hari kiamat sebagaimana yang diriwayatkan dari Hudzaifah bin Asid sesungguhnya Rasul bersabda
“Sesungguhnya Kiamat tidak akan pernah terjadi hingga muncul sepuluh tanda (sebelumnya); penenggelaman yang terjadi di barat, penenggelaman yang terjadi di timur, dan (penenggelaman yang terjadi) di Jazirah Arab, asap, Dajjal, binatang bumi, Ya-juj dan Ma-juj, terbitnya matahari dari barat, api yang keluar dari jurang Adn yang menggiring manusia, (dan yang) kesepuluh turunya Isa bin Maryam (HR Muslim)
“Tanda-tanda (Kiamat) bagaikan mutiara yang terangkai pada seutas benang. Jika benang tersebut putus, maka sebagiannya akan mengikuti sebagian yang lain(nya). (HR Ahmad)

Munculnya Dajjal

Tanda yang pertama dari datangnya hari kiamat adalah kemunculan Dajjal. Diantara seluruh peristiwa yang terjadi sejak kenabian Adam hingga Hari Kiamat, tidak ada hal yang lebih besar dibandingkan kemunculan Dajjal itu sendiri. Sebagaimana diriwayatkan dari Imran bin Husain berkata, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah bersabda;
”Di antara kejadian Adam  hingga Hari Kiamat, (tidak ada) sesuatu kejadian yang lebih besar daripada Dajjal.” (HR Muslim)
  • Ciri-ciri Dajjal
Dajjal atau dikenal sebagai makhluk raksasa bermata satu akan keluar dari suatu tempat diantara negeri Syam dan Iraq. Ia disebutkan akan tinggal di bumi selama empat puluh hari. Disebutkan juga ciri-ciri dajjal adalah bertubuh besar, matanya satu pada dahi, dan memiliki banyak pengikut diantaranya kaum wanita dan yahudi (baca sejarah yahudi dan sejarah islam dunia) hingga jumlah pengikutnya mencapai 70000 orang.  Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut
“Pada suatu hari Rasulullah  menyebutkan tentang Dajjal kepada manusia dan beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta‟ala tidak buta, ketahuilah bahwa Al-Masih Dajjal buta mata kanan(nya) seperti anggur yang timbul.” (HR Bukhari)
  • Tempat Munculnya Dajjal
”Dia akan keluar diantara Syam dan Iraq dan akan membuat kerusakan ke kanan dan ke kiri. Wahai hamba Allah teguhlah kalian.” Kami bertanya, ”Wahai Rasulullah, berapa lama ia tinggal di bumi?” Beliau bersabda, ”Empat puluh hari; sehari seperti satu tahun, sehari seperti satu bulan, sehari seperti satu Jum‟at, dan hari-hari lainnya seperti hari-hari (biasa) kalian.” (HR Muslim)

Turunnya Nabi Isa As

Setelah Dajjal muncul di muka bumi sebagai tanda datangnya hari kiamat maka selanjutnya Allah akan mengutus kembali Nabi Isa As ke bumi. Sebagaimana umat muslim ketahui bahwa nabi Isa As tidak pernah meninggal sebelumnya, ia diangkat ke langit sebelum para kafir ingin membunuhnya dengan cara menyalibnya. Dan akhirnya muridnya yang berkhianat yakni Yudas Iskariot lah yang disalib. Disebutkan bahwa pada hari kiamat Nabi Isa As akan turun di menara putih yang terletak sebelah timur kota Damaskus di negeri Syam. (baca sejarah peradaban islam dan peninggalan sejarah islam)
  • Nabi Isa akan membunuh Dajjal
Ia akan datang dengan memakai dua helai pakaian yang sebelumnya telah dimasukkan dalam minyak ja‟faran (baca hukum minyak wangi beralkohol dan hukum memakai parfum beralkohol). Disebutkan pula bahwa Nabi Isa As akan meletakkan tangannya di atas sayap dua Malaikat dan rambutnya akan turun apabila ia menundukkan kepalanya, sedangkan jika ia mengangkat kepalanya maka butiran keringatnya akan jatuh seperti mutiara. Nabi Isalah yang akan membunuh dajjal dan membunuh para kafir yang masih hidup di dunia dengan nafasnya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini
“Ketika (telah) demikian keadaan Dajjal, tiba-tiba Allah mengutus Isa bin Maryam yang akan turun pada menara putih di timur Damaskus, di antara dua sayap malaikat. Jika ia menundukkan kepalanya, (maka) turunlah (rambutnya). Dan jika ia mengangkatnya, (maka) mengalirlah (keringatnya) bagaikan butir mutiara. Maka tidak ada seorang kafir pun yang mendapatkan bau nafasnya, melainkan ia (akan) mati (seketika itu) dan nafasnyaadalah sejauh pandangannya. Maka ia akan mencari Dajjal hingga di dapatkannya di pintu Ludd, maka Dajjal akan dibunuh (disana). Kemudian Nabi Isa pergi kepada kaum yang telah dipelihara Allah dari gangguan (Dajjal) dan mengusap wajah-wajah mereka serta menyebutkan kedudukan mereka di Surga.” (HR Muslim)
  • Nabi Isa As akan menghancurkan salib dan memerangi kaum kafir
Selain itu Nabi Isa As juga akan menghancurkan salib para umat nasrani dan menyuruh manusia untuk masuk islam serta membunuh babi yang banyak dikonsumsi oleh kaum nasrani (baca makanan haram dalam islam dan akibat makan makanan haram). Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut ini
 “Nabi Isa jakan memerangi manusia untuk masuk ke dalam Islam. Ia akan menghancurkan salib dan membunuh babi-babi, dan menghapus jizyah (upeti). Allah akan menghancurkan seluruh agama pada masa tersebut, kecuali Islam. Pada zamannya Allah akan menghancurkan Al-Masih Dajjal. Akhirnya amanah pun terjaga di muka bumi hingga harimau dapat hidup dengan unta, singa dengan sapi, srigala dengan kambing dan anak-anak pun bermain dengan ular tanpa membahyakan mereka. Ia akan hidup selama empat puluh tahun, kemudian ia meninggal dunia lalu orang muslim menshalatkannya.”(HR Abu Ahmad)

Munculnya Yajuj dan Majuj

 Ya-juj dan Ma-juj adalah kaum manusia yang berpostur tidak biasa. Dahulu, Raja Zulkarnain yang berasalh dari masa kenabian Ibrahim, dan menggantikan raja Namrud, membangun sebuah dinding agar yajuj dan Majuj tidak dapat melewatinya dan mengganggu kaum yang tinggal disekitarnya. Hingga kini mereka dipercaya masih hidup dan berusaha menembus dinding tersebut dengan cara melubanginya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut .
“(Yajuj dan Majuj) melubanginya setiap hari hingga ketika mereka hampir saja melubanginya, maka (pemimpin) di antara mereka berkata, “Kembalilah, kalian akan (kembali) melubanginya besok.” Kemudian Allah mengembalikannya kokoh seperti semula hingga ketika telah tiba waktunya dan Allah berkehendak untuk mengutus mereka kepada manusia, maka (pemimpin) mereka berkata, “Kembalilah, kalian akan (kembali) melubanginya besok, insya Allah (jika Allah menghendaki).” Iamengucapkan istitsna (insya Allah). Maka keesokan harinya mereka kembali dan mendapati dinding tersebut dalam tetap keadaan seperti ketika mereka tinggalkan. Akhirnya mereka dapat melubanginya dan keluar di tengah-tengah manusia, lalu mereka meminum air dan manusia lari dari mereka.” (Hr Tirmidzi)
  •  Robohnya Dinding penghalang yajuj dan majuj
Pada hari kiamat dinding tersebut akan roboh dan kaum Yajuj dan Majuj akan menuruni gunung dan menghancurkan segala yang mereka lewati termasuk membubuh manusia yang tersisa terutama kaum kafir. Disebutkan bahwa yajuj dan Majuj akan mati dililit ular yang merupakan doa dari Nabi Isa As. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut
“Nabi Allah Isa dan para sahabatnya berdoa kepada Allah, maka Allah mengirimkan ulat ke leher-leher mereka (yajuj dan majuj), maka mereka mati seperti kematian satu jiwa.” (HR Muslim)

Terjadinya Tiga Penenggelaman Bumi

Pada hari kiamat akan terjadi penenggelaman daratan dimuka bumi yang meliputi bagian bumi bagian barat, timur serta jazirah arab (baca sejarah islam di Arab Saudi dan jazirah islam). Meskipun hal tersebut belum terjadi hingga saat ini
“Telah ditemukan penenggelaman di berbagai tempat, akan tetapi mungkin saja bahwa yang dimaksud dengan tiga penenggelaman adalah sesuatu yang lebih dahsyat dari yang telah ditemukan, seperti ukurannya dan tempatnya yang lebih besar.”

Munculnya Asap atau kabut

Tanda-tanda kiamat selanjutnya adalah munculnya asap dan asap tersebut telah ditunggu-tunggu sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah SWT dalam yata berikut
فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍيَغْشَى النَّاسَ ۖ هَٰذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ
 “Maka tunggulah hari ketika langit membawa asap yang nyata. Yang meliputi manusia, inilah siksa yang pedih.” (QS. Ad-Dukhan : 10 – 11)

Terbitnya matahari dari arah barat

Matahari biasanya akan terbit dari bagian sebelah timur namun pada hari kiamat matahari akan terbit dari arah sebaliknya yakni dari arah barat, dan jika hal itu terjadi maka tertutup sudahlah pintu taubat bagi umat manusia (baca taubatan nasuha dan cara bertaubat nasuha dalam islam). Sebagaimana hadits rasulullah SAW berikut ini
Tidak akan terjadi Hari Kiamat hingga matahari terbit dari barat. Ketika (manusia) menyaksikan matahari terbit dari barat, (maka) semua manusia akan beriman. Pada hari tersebut tidak bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu atau ia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya (HR Bukhari)

Keluarnya Binatang dari Perut Bumi

 Tanda datangnya hari kiamat yang lain adalah keluarnya binatang dari tanah Mekah. Binatang tersebut akan menandai wajah orang-orang beriman dan orang kafir untuk membedakan keduanya.  Adapun orang beriman akan ditandai wajahnya sementara orang kafir akan mendapatkan tanda hidung mereka sebagai lambang dari kekufuran sebagaimana disebutkan dalam hadits.
“Binatang tersebut akan keluar dan akan memberikan tanda pada hidung-hidung mereka.”
Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami. (QS. An-Naml:82)

Munculnya Api yang Mengumpulkan Manusia

Tanda-tanda selanjutnya dari peristiwa hari kiamat besar adalah keluarnya api yang akan mengumpulkan seluruh manusia di negeri Syam. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut ini
 “Wahai Rasulullah, apa yang engkau perintahkan kepada kami?” Rasulullah menjawab, “Hendaklah kalian berkumpul di Syam.”

Ditiupnya Sangkakala

Pada hari kiamat, malaikan Israfil akan membunyikan terompet atau sangkakala. Tiupan sangkakala yang pertama akan mengejutkan manusia selanjutnya yang kedua akan membinasakan manusia dan tiupan yang ketiga akan membangkitkan seluruh manusia dari liang kubur atau kematiannya. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut ini
“Israfil meniup sangkakala tiga tiupan. Tiupan yang pertama adalah yang mengejutkan. Tiupan yang kedua adalah yang mematikan. Sedangkan tiupan ketiga adalah yang membangkitan (makhluk) menghadap Rabbul ‘alamin.”
Demikianlah tanda-tanda besar Kiamat yang dapat kita ketahui sebagai umat muslim. Dengan mengetahui tanda-tanda tersebut maka hendaknya kita mengimani hari akhir dan mempersiapkan bekal kita untuk menjelangnya. Selain itu hendaknya kita sesalu memohon ampunan dan perlindungan dari Allah SWT agar kelak kita dibangkitkan dalam keadaan beriman dan tidak mengalami siksa atau melihat terjadinya hari kiamat yang mengerikan.

sumber:https://dalamislam.com/dasar-islam/tanda-tanda-kiamat-besar

MACAM KIAMAT

MACAM KIAMAT

. Kiamat Sugra

Kiamat sugra atau biasa disebut dengan nama kiamat kecil merupakan berakhirnya kehidupan sebagian makhluk di dunia ini, baik itu secara individu maupun secara kelompok.

Pasti, semua makhluk hidup yang bernyawa di dunia ini akan mengalami kematian. Tak ada makhluk di dunia ini yang akan kekal abadi. Semua musnah dan binasa.

Berikut ini beberapa contoh kiamat sugra :

1. Meninggalnya Seseorang

Semua makhluk hidup yang ada di dunia yang memiliki nyawa, semua itu akan meninggal kembali ke Allah SWT.

Di dunia ini, makhluk hidup diberikan cobaan yang sebenarnya membinasakan, agar bagaimana manusia tersebut bisa bertahan hidup dengan baik sesuai pedoman dari Al Quran atau tidak.

Meninggalnya seseorang juga itu mutlak rahasia Allah SWT dan tidak ada 1 orangpun yang mengetahuinya. Bisa itu meninggal di usia muda, remaja, dewasa, atau lansia. Bisa itu saat sedang tidur, sedang sakit, atau sedang melakukan perjalanan.

Maka dari itu, kita manusia memang disarankan untuk selalu membaca doa sebelum melakukan sesuatu karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya pada diri kita.

Kita hanya bisa berpasrah diri dan tetap melakukan kewajiban kita sebagai umat Islam serta melakukan hal-hal yang baik agar kita bisa mendapatkan cukup banyak pahala untuk bisa dipertanggungjawabkan kelak di akhirat.

2. Bencana Alam

Bencana alam atau dalam bahasa Inggris dinamakan dengan "natural disaster", merupakan suatu peristiwa alam yang mengakibatkan dampak cukup besar bagi manusia.

Peristiwa alam yang terjadi ini bisa berupa seperti :
  • Banjir
  • Letusan gunung berapi
  • Gempa bumi
  • Tanah longsor
  • Kekeringan
  • Gelombang panas
  • Badai tropis
  • Tornado
  • Wabah penyakit
  • Kebakaran liar
  • Hujan es
  • Badai salju
  • Tsunami

Bahkan, beberapa bencana alam terjadi secara tak alami. Contohnya seperti kelaparan, yakni kekurangan bahan pangan dalam jumlah yang cukup besar, yang mana hal ini disebabkan oleh faktor manusia dan alam.

Terlihat jika usia bumi kita yang sudah kian menua, banyak sekali terjadi bencana alam di sekitar kita, entah itu memang ulah dari manusia sendiri atau alam yang menimbulkan gejala bencana tersebut terjadi.

Bencana alam yang sering terjadi di Indonesia seperti banjir, gempa bumi, gunung meletus, tanah longsor, dan masih banyak lagi bencana alam yang lain.

Kita sebagai manusia hanya bisa berdoa, berpasrah diri dan berusaha untuk bisa mengantisipasi dan menanggulangi dari datangnya bencana tersebut.

Jadi, kiamat sugra atau kiamat kecil ini perlu untuk kita waspadai karena bisa datang kapan saja, di mana saja, bahkan di dekat atau di sekitar kita.

B. Kiamat Kubra

Kiamat kubra alias kiamat besar merupakan seluruh berakhirnya kehidupan makhluk yang ada di dunia ini. Siapa saja tak akan pernah bisa mengetahui datangnya dari kiamat kubra ini.

Bahkan, dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang canggih sekalipun yang bisa di luar nalar manusia, tetap tak akan bisa memprediksi kapan datangnya dari kiamat kubra ini.

Bahkan, para Rasul dan Malaikat juga tak diberi tahu oleh Allah SWT secara pasti kapan tiba hari kiamat, apalagi hanya kita manusia biasa. Kiamat besar ini mutlak menjadi rahasia milik Allah SWT.

Sementara itu, jika kiamat kubra ada tanda-tandanya, seperti :

1. Matahari Terbit dari Ufuk Barat

Nabi bersabda yang artinya,
"Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga matahari terbit dari sebelah barat. Maka, apabila matahari terbit dari sebelah barat, lalu manusiapun akan beriman seluruhnya. Akan tetapi, kelakuan yang demikian itu di saat tidak berguna lagi keimanan seseorang yang belum pernah beriman sebelum beriman setelah kejadian tersebut atau memang berbuat kebaikan dengan keimanan yang sudah dimilikinya itu." (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Dawud).
Matahari itu memang selalu terbit dari arah timur, namun nanti adakalanya matahari akan terbit dari arah barat yang akan memusnahkan seluruh kehidupan manusia di dunia ini dan di alam semesta.


2. Muncul Binatang Ajaib yang Mampu Berbicara dengan Manusia

Seperti yang ada pada QS An-Naml ayat 82, "Dan apabila perkataan mereka telah jatuh atas mereka, kami keluarkan binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka".

Amat disayangkan jika di zaman modern seperti ini, banyak munculnya tayangan televisi yang menggunakan sosok hewan sebagai subyek atau aktor dalam tayangan televisi dan hewan tersebut mampu berbicara dengan manusia atau dengan hewan yang lain.

Padahal, jika membuat tayangan televisi yang menghibur tidak perlu hal semacam itu, cukup berikan tontonan yang menarik sekaligus menghibur saja sudah cukup, tidak terlalu berlebihan dan yang terpenting masuk akal.

3. Keluarnya Dajjal

Dajjal akan muncul menjelang hari kiamat. Dajjal dikatakan sebagai sosok orang yang kafir dan jahat, pembawa fitnah alias ujian terbesar dan tak ada ujian terbesar selain hal tersebut.

Menurut dari hadist, Dajjal memiliki ciri fisik seperti cacat di mata kirinya, memiliki rambut keriting dan lebat. Sementara itu, ada juga pendapat lain yang mengatakan jika mata kanannya buta.

Dajjal juga memiliki perawakan yang pendek dan kaki yang bengkok. Tertulis di antara 2 mata Dajjal yakni Kaf-Fa-Ra atinya Kafir yang bisa dibaca oleh seorang buta aksara.

Dengan keluarnya Dajjal ini menjadi tanda kiamat besar akan tiba, yang dimulai pada saat kaum muslimin sedang memiliki kekuatan yang sangat besar dan dirinya keluar untuk mengalahkan kekuatan kaum muslim itu.

Bahkan, sebelum datangnya Dajjal, manusia akan terlebih dahulu diuji dengan kemarau dan kelaparan, serta tak turunnya hujan dan musnahnya pepohonan hingga 3 tahun berturut-turut. Hal tersebut juga bisa mengakibatkan hewan ternak menjadi mati.

Dajjal akan memasuki semua negeri dengan membawa kerusakan, kecuali di Makkah dan Madinah. 

Dajjal juga tak akan bisa masuk ke dalam 4 masjid, diantaranya :
  1. Masjid al-Haram
  2. Masjid Nabawy
  3. Masjid al-Aqsha
  4. Masjid ath-Thur

Sementara itu, Nabi Muhammad mengingatkan kepada para umatnya untuk membaca dan menghafal sebanyak 10 ayat pertama dari Surat Al-Kahfisebagai bentuk perlindungan diri dari Dajjal. Jikalau memang bisa, berlindung di Kota Makkah dan Madinah, karena dirinya tak akan pernah bisa masuk ke 2 kota tersebut yang dijaga oleh Malaikat.

Nabi Muhammad SAW juga menekankan secara lebih lanjut kepada umatnya, jika mendengar mengenai Dajjal, jangan untuk mendekati dirinya karena pengaruh tersebut begitu besar.

4. Keluarnya Imam Mahdi

Imam Mahdi merupakan seorang muslim yang berusia muda dan dipilih oleh Allah SWT untuk menghancurkan segala bentuk kezaliman dan menegakkan keadilan di muka bumi sebelum datangnya hari kiamat.

Imam Mahdi juga menjadi sosok pemimpin yang jujur serta adil dalam menggunakan harta kekayaannya tersebut yang berlimpah demi kemajuan umatnya.

Menurut dari penjelasan Rasulullah, yang beliau terima dari wahyu, bahwa Imam Mahdi dikatakan berasal dari umat Muhammad, yang mempunyai kening lebar, hidung yang panjang dan mancung, serta umuf kekhalifahannya berusia 7 tahun. Dirinya juga masih keturunan dari anak cucu Muhammad.

Kemunculan sosok Imam Mahdi bukan karena kemauannya dirinya sendiri, melainkan karena takdir Allah yang sudah pasti berlaku. Bahkan, dirinya sendiri juga tidak sadar jika dirinya tersebut merupakan Imam Mahdi melainkan setelah Allah mengislahkannya pada 1 malam seperti yang dikatakan pada sebuah hadist ini :
"Al Mahdi berasal dari umatku, yang akan diislahkan oleh Allah dalam 1 malam." (HR Ahmad dan Ibnu Majah)
sumber:http://www.habibullahurl.com/2017/03/pengertian-kiamat-sugra-dan-kubra.html

Apa itu Hari Kiamat..??

Apa itu Hari Kiamat..??

Bismillahirrahmanirrahim,
Beriman kepada hari akhir iaitu hari kiamat merupakan salah satu rukun iman dan merupakan bagian paling utama dari beberapa bagian akidah. Bahkan, merupakan unsur terpenting setelah keimanan kepada Allah swt.
Hari akhir atau hari kiamat adalah hari berakhir dan hancurnya alam semesta. Segala yang masih hidup akan mati, langit dan bumi akan diganti, bukan lagi langit dan bumi yang seperti sekarang.
Adapun mengenai waktu terjadinya kiamat itu, tidak ada seorang pun yang mengetahuinya, kecuali Allah. Allah swt. berfirman dalam Al-Qur’an yang artinya : “Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. kiamat itu Amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak Mengetahui“. (QS. Al-A’raf : 187).
Tiada satu makhluk Allah pun yang mengetahui waktu datangnya hari kiamat, bahkan nabi atau malaikat yang paling dekat dengan Allah sekalipun. Hanya Al­lah yang mengetahui datangnya hari kiamat.
Meskipun demikian, Allah swt. memberitahukan kepada kita melalui Rasulullah saw. mengenai tanda-tanda dekatnya hari kiamat. Allah sengaja merahasiakan waktu tibanya hari kiamat karena adanya hikmah syariat. klaksudnya adalah agar manusia lebih memperhatikan ketaatan terhadap Allah dan lebih menghindari diri dari perbuatan maksiat.
Hal ini sama seperti dirahasiakannya ajal (waktu kematian) manusia karena kematian juga merasakan kiamat sugra (kiamat kecil). Seluruh makhluk yang bernyawa pasti akan mati dan ajal bagi tiap-tiap makhluk itu telah ditentukan oleh Allah. Akan tetapi, tidak ada seorang pun yang mengetahui waktu kematiannya tiba.
Apabila manusia telah mati, maka ruh berpisah dari jasadnya. Ruh berada alam barzah atau alam kubur. Di sinilah ruh manusia menunggu sampai hari kiamat terjadi. Di alam barzah, manusia akan didatangi oleh dua malaikat. Mereka adalah Malaikat Munkar dan Nakir yang akan bertanya tentang keimanan dan amal perbuatannya selama hidup di dunia.
Maka berbahagialah orang yang mati dalam keadaan beriman dan taat pada Allah swt. karena dia akan merasakan kenikmatan di alam kuburnya. Sementara itu, orang yang mati dalam keadaan tidak beriman kepada Allah swt. Dan tidak membawa amal saleh di alam kuburnya akan merasakan siksaan yang amat berat.
Apabila manusia mati, maka putuslah (habislah) semua kesempatan untuk beramal. Akan tetapi, terdapat tiga amal perbuatan manusia yang terns mengalir pahalanya walaupun dia telah meninggal dunia. Ketiga amal tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Sedekah jariyah. Misalnya mewakafkan tanah untuk masjid dan menggali dan membangun sumur untuk keperluan umum.
  2. Ilmu yang bermanfaat. Misalnya, orang yang suka mengajarkan ilmu agama kepada orang lain ketika di dunia, orang yang suka mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, dan orang yang menjadi pelopor amal kebaikan.
  3. Orang tua yang meninggal dunia meninggalkan anak-anak yang saleh yang selalu mendoakan keduanya
sumber:http://rabiah-addawiyah.blogspot.co.id/2010/11/apa-itu-hari-kiamat.html

HADITS TENTANG KEBERSIHAN

hadis tentang kebersihan
HADIS 1

عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْأَشْعَرِيِّ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَانِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلأُ الْمِيزَانَ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلآَنِ أَوْ تَمْلأُ مَا بَيْنَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَالصَّلاةُ نُورٌ وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَايِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا  )رواه مسليم:328)
Artinya:
Dari Abu Malik al-as'ari berkata, Rasulullah saw. Bersabda, “Bersuci itu sebagian dari iman, membaca alhamdulillah adalah memenuhi timbangan amal, membaca subhanallah wal hamdulillah adalah memenuhi seisi langit dan bumi, salat sunah adalah cahaya, sedekah adalah petunjuk, sabar adalah sinar yang memancar, dan Al-Qur'an adalah hujjah (argumen) dalam pembicaraanmu. Setiap manusia pada waktu pagi hari, hakekatnya harus memperjual belikan dirinya. Ada kalanya ia laba (selamat dari maksiat) dan ada kalanya rugi (terseret maksiat)  (H.R. Muslim: 328).

HADIS 2

إِنَّ اللَّهَ تَعَالى طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ نَظِيفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ كَرِيمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ جَوَادٌ يُحِبُّ الْجُودَ فَنَظِّفُوا أَفْنِيَتَكُمْ (رواه التيرمدى:2723)

HADIS 3

Artinya:
Sesungguhnya Allah swt. Itu baik, Dia menyukai kebaikan. Allah itu bersih, Dia menyukai kebersihan. Allah itu mulia, Dia menyukai kemuliaan. Allah itu dermawan ia menyukai kedermawanan maka bersihkanlah olehmu tempat-tempatmu. (H.R. at –Tirmizi: 2723)

HADIS 4

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِفْتَاحُ الصَّلاةِ الطُّهُورُ (رواه التيرمدى: 221)
Artinya:
Dari Abu Sa'id berkata, Rasulullah saw. Bersabda, “Kunci dari salat adalah bersuci.” (H.R. at-Tirmizi: 221)

HADIS 5

اَلْاِسْلَامُ نَطِـيْفٌ فَتَـنَطَفُوْا فَاِنَـهُ لايَدْخُلُ الْجَنَـةَ اِلانَطِيْفٌ (رواه البيهقى)
Artinya:
Islam itu adalah bersih, maka jadilah kalian orang yang bersih. Sesungguhnya tidak masuk surga kecuali orang-orang yang bersih (H.R. Baihaqi)

HADIS 6

Artinya : “Diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqas dari bapaknya, dari Rasulullah saw. : Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Mahamulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu” (HR. Tirmizi)”
HADIS 7


Artinya : “Diriwayatkan Abu Hurairah r.a. dia berkata : Rasulullah saw bersabda : Jika aku tidak menjadikan berat umatku, maka sungguh aku perintahkan bersiwak (menggosok gigi) setiap hendak shalat”. (HR Bukhari)
HADIS 8
عَنْ سَعْدِبْنِ اَبِى وَقَّاصٍ عَنْ اَبِيْهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِنَّ اللهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ نَظِيْفٌ يُحِبُّالنَّظَافَةَ كَرِيْمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ جَوَادٌيُحِبُّ الْجَوَادَفَنَظِّفُوْااَفْنَيْتَكُمْ
Artinya : ”Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik (dan) menyukai kebaikan, bersih (dan) menyukai kebersihan, mulia (dan) menyukai kemuliaan, bagus (dan) menyukai kebagusan. Oleh sebab itu, bersihkanlah lingkunganmu”. (HR. At- Turmudzi)
HADIS 9

اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَبَيْنَمَارَجُلٌ يَمْشِى بِطَرِيْقٍ وَجَدَ غُصْنَ شَوْكٍ فَأَخَذَهُ فَشَكَرَاللهُ لَهُفَغَفَرَلَهُ

 Artinya : “Bahwsanya Rasulullah saw bersabda, ”Ketika seorang laki-laki sedang berjalan di jalan, ia menemukan dahan berduri, maka ia mengambilnya (karena mengganggunya). Lalu Allah swt berterima kasih kepadanya dan mengampuni dosanya”.(HR. Bukhari)
HADIS 10
وقد أمر النبي لنا ببناء المساجد في أماكن إقامتهم وتنظيفها والاحتفاظ بها نظرا العطر      
Artinya :
Dari A’isyah RA berkata : Rasulullah SAW telah memerintahkan kepada kami untuk membangun masjid di tempat-tempat tinggal dan agar selalu dibersihkan serta diberi wangi-wangian. (HR Ahmad, Tirmidzi, lbn Majah dan Abu Dawud).
sumber:http://ancaoktaria15.blogspot.co.id/2015/02/10-hadis-tentang-kebersihan.html